KARANGPANDAN— Permasalahan limbah organik, khususnya sisa makanan, kerap menjadi tantangan di lingkungan dengan mobilitas tinggi. Merespons hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inovasi Pesantren Kelompok 1 dari UPN Veteran Jawa Timur menghadirkan solusi konkret melalui program kerja Budi Daya Maggot di Pondok Pesantren Darul Musthafa Indonesia. Rangkaian program yang komprehensif ini resmi rampung dengan diadakannya sesi pemantapan bagi para santri pada Jumat (7/8/2026).
Program ini digagas dengan tujuan utama mengatasi tumpukan sisa makanan dari dapur pesantren agar dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat secara ekologis. Proses pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan terencana sejak akhir bulan Juli.
Langkah awal dimulai pada 24 Juli 2026, di mana tim mahasiswa KKN melakukan survei untuk menentukan titik lokasi yang paling strategis dan higienis. Setelah lokasi dipastikan, seluruh anggota kelompok bergotong royong membangun kandang budi daya maggot secara mandiri. Proses konstruksi fasilitas ini memakan waktu sekitar satu minggu, terhitung sejak 26 Juli hingga rampung sepenuhnya pada 2 Agustus.
“Kami menyadari bahwa membangun fasilitas saja tidak cukup. Kunci keberhasilan program ini ada pada edukasi. Kami ingin para santri paham betul manfaat maggot dan cara merawatnya, agar saat kami kembali ke kampus, fasilitas ini tetap terawat dan bermanfaat bagi pesantren,” ungkap Arya Nur Indra kusuma Herdianto, Selaku Penanggung Jawab Program Budi Daya Maggot.
Setelah infrastruktur siap, mahasiswa KKN segera mengalihkan fokus pada edukasi. Pada 3 Agustus, sebuah sosialisasi akbar digelar di Masjid Pondok Pesantren Darul Musthafa. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh santri untuk mengenalkan konsep biokonversi limbah menggunakan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF).
Antusiasme santri yang tinggi direspons oleh tim KKN dengan membuka kelas peminatan khusus untuk mencetak “kader” pembudi daya. Sebanyak 20 santri terpilih mengikuti tahap pemantapan dan pelatihan intensif yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 6 dan 7 Agustus 2026.

Dalam sesi eksklusif ini, kedua puluh santri tersebut tidak hanya mendengarkan materi, tetapi terjun langsung mempraktikkan cara penetasan, pemberian pakan dari limbah organik, hingga teknik pemanenan maggot.
Dengan selesainya tahap pemantapan ini, fasilitas budi daya maggot di Ponpes Darul Musthafa kini telah beroperasi penuh. Ke depannya, maggot yang dihasilkan tidak hanya efektif menekan volume sampah organik pesantren, tetapi juga dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai pakan ternak alternatif bernilai tinggi.

